Nazla Syaili Aulia
Membuat Teks Kritik dan Essai
Nama : Nazla Syaili Aulia
Kelas : XII - MIPA 10
No. Absen : 21
Rudy Habibie, Kisah Masa Muda Sang Visioner
Mimpi adalah bagian dari kehidupan. Tanpa adanya mimpi kita akan kurang bersemangat untuk menjalani kehidupan. Novel Rudy Habibie ini merupakan karya kedua yang bertutur seputar kehidupan Presiden Indonesia ke -3, Bacharuddin Jusuf Habibie, novel ini ditulis oleh Gina S Noer. Novel ini begitu pas dibaca bagi para pejuang yang berusaha meraih mimpinya diluar sana.
Dalam buku setebal 291 halaman ini, diceritakan Bacharuddin Jusuf Habibie atau lebih akrab disebut dengan nama Rudy Habibie adalah seorang anak dari keluarga sederhana yang mempunyai cita-cita ingin membuat pesawat. Masa kecil Rudy dihabiskan bersama teman-teman dan keluarga. Bermain bersama ayah, merupakan hal menyenangkan baginya. Banyak hal yang membuat Rudy bersemangat mengarungi kehidupan berkat pesan-pesan yang selama ini tertanam sebagai sebuah motivasi. Salah satu pesan yang diingat oleh Rudy Habibie adalah perkataan ayahnya mengenai air yang jernih. “Rudy, jadilah mata air, karena air ini selalu akan mengalirkan manfaat bagi sekitarnya. Kalau kamu baik, semua yang di sekelilingmu juga akan baik. Kalau kamu kotor, semua yang di sekitarmu akan mati.” Begitulah pesan terakhir, sebelum ayahnya meninggal dunia.
Semenjak kematian ayahnya, Rudy selalu mengingat pesan itu. Namun untuk mencapai cita-citanya itu memang sulit mulai dari keuangan, waktu, dan lain-lain. Tapi Rudi bersikeras dan ia dikuliahkan di RWTH H (Rheinisch Westfaelische Technische Hochschule) dengan jurusan teknik penerbangan di Ancheen, Jerman Barat. Disinilah, Rudy bertemu dengan sahabat yang berbeda karakter dan kulturnya. Rudy bersahabat dengan Liem Keng Kie seorang keturunan Tiong Hoa, Ayu adik seorang putri Keraton Solo, Poltak pemuda Batak yang kocak, dan Peter seorang senior yang bijaksana
Selama berkuliah, Rudy adalah mahasiswa terrbaik di universitasnya hingga ia langsung loncat dari semester satu ke semester tiga. Hingga suatu ketika, Rudy diperkenalkan kepada organisasi pelajar Indonesia yang berada di seluruh Eropa dan belum lama ia masuk ke dalam organisasi tersebut, ia ditunjuk menjadi ketua umum PPI dan langsung merencanakan Seminar Pembangunan Industri Dirgantara yang bertujuan untuk membangun integritas bangsa. Karena menurut Rudy, untuk apa merdeka jika tak punya integritas.
Banyak sekali halangan dan rintangan yang Rudy hadapi demi mewujudkan proyeknya. Tetapi, Rudy selalu ditemani oleh Ilona, seorang wanita berdarah Jerman yang menyukai apapun yang berhubungan dengan Indonesia. Dan mereka menjadi pasangan yang serasi dan kompak melalui itu semua. Tapi, di akhir cerita hubungan mereka harus berakhir karena Rudy telah besumpah ketika ia dirawat di Rumah sakit bahwa ia akan selalu mencintai Ibu Pertiwi Indonesia dan mereka pun terhalang dengan keyakinan yang berbeda.
Rudy akhirnya melanjutkan proyeknya dan akhirnya berhasil membangun Industri Dirgantara untuk integritas Indonesia. Rudy mempunyai jiwa kepemimpinan yang sangat baik. Rudy mampu menyelesaikan masalah dengan caranya sendiri. Ia menggunakan formula fakta- untuk menyelesaikan masalah dan mendapat solusi terbaik yang bisa dijadikan inspirasi bagi kita dalam kemampuan problem solving.
Kelebihan dari novel ini yaitu kita dapat mengambil beberapa pelajaran hidup yang dapat kita terapkan pada kehidupan sehari-hari, seperti dalam novel ini Rudy Habibie digambarkan sebagai sosok yang tegar menghadapi segala cobaan dan rintangan dalam hidupnya. Lalu kita diajarkan agar selalu memperjuangkan sesuatu yang menurut kita berguna bagi banyak orang, dan kita diajarkan juga untuk selalu menjadi ‘mata air’ seperti pesan yang pernah Rudy terima dari Ayahnya, dari mata air kita bisa belajar bahwa apabila air itu bersih maka di sekitarnya pun akan terbawa bersih, namun apabila air itu keruh maka di sekitarnyapun akan terbawa keruh. Lalu yang sangat terpenting, di novel ini Rudy memperlihatkan bagaimana dirinya selalu mencintai tanah airnya dimanapun ia berada.
Namun, dibalik itu semua terlihat ada beberapa kekurangan dalam novel ini, yaitu disini diceritkan bahwa Rudy beberapa kali merasa putus asa dan ingin kembali ke tanah air dengan posisi gagal, lalu di novel ini diceritakan bahwa kepribadian Rudy Habibie merupakan seseorang yang tak senang diganggu oleh orang asing, atau bisa kita sebut sebagai seorang ‘introvert’. Kemampuan sosialisasi Rudy Habibie pada orang asing sangat kurang, hal ini mengakibatkan para pembaca seolah menyetujui sikapnya tersebut, padahal kemampuan sosialisasi yang baik merupakan salah satu kunci agar kita dapat membangun komunikasi dan kerjasama di negeri orang.
Terlepas dari itu semua, novel ini sangat layak untuk dibaca. Karena banyak sekali pelajaran hidup yang terkandung di dalamnya. Banyak hal positif juga yang bisa kita ambil, tak hanya dari cerita hidup Rudy Habibie sendiri, namun cerita persahabatan, percintaan, kekeluargaan, dan kecintaannya yang begitu besar terhadap tanah air terkandung dalam novel ini. Kita berharap semoga dengan orang-orang yang membaca novel ini dapat menjadi motivasi dan membuatnya meningkatkan kualitas hidup agar lebih baik.
TEKS ESSAI
Harga Kedelai Naik Tahu Tempe Mengecil
Kedelai, merupakan salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur salah satunya yaitu tahu dan tempe. Makanan tersebut tentu sudah sangat tak asing bagi masyarakat Indonesia, tahu dan tempe dikenal sebagai makanan sederhana yang hampir setiap hari tersaji di meja makan, seakan menjadi makanan pokok yag harus selalu tersedia di rumah maupun tempat makan.
Namun saat ini kedelai yang menjadi bahan pokok pembuatan tahu dan tempe ini tengah mengalami kenaikan pada harganya, yang membuat para pengrajin tahu tempe merasa kebingungan atas situasi ini. Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu (Gakoptindo) mencatat kenaikan harga kedelai membuat ribuan pengrajin tahu dan tempe di dalam negeri gulung tikar. Jumlah pengrajin tahu dan tempe berkurang 20% atau sebanyak 30.000 unit karena fluktuasi harga kedelai kacang di pasar.
Saat ini, jumlah pengrajin tahu dan tempe mencapai 160 ribu unit. Mereka menggunakan bahan baku kacang kedelai mencapai tiga juta ton per tahun. Rinciannya, dua juta ton untuk produksi tempe dan satu juta ton untuk produksi tahu. Sebagian besar bahan baku yakni 2,7 juta ton berasal dari impor dan sisanya dari dalam negeri. Industri tempe tahu nasional ini melibatkan sekitar lima juta tenaga kerja yang tersebar di 200 kabupaten/kota di 27 provinsi.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan kenaikan harga kacang kedelai itu akan membuat harga tempe naik sekitar Rp 300 per kg dan tahu naik mencapai Rp 50 per potong. Dengan demikian, harga kacang kedelai pada level Rp 12.000/kg akan menaikkan harga tempe menjadi Rp 11.600/kg dan harga tahu menjadi Rp 53.700 per papan atau Rp 700 per potong.
Lalu apa yang menyebabkan kenaikan harga kedelai ini? Kementerian Perdagangan, mengatakan bahwa naiknya harga kedelai disebabkan karena adanya masalah di negara importir. Selain itu cuaca buruk di Amerika Serikat (AS) juga menjadi salah satu penyebab naiknya harga kedelai ini. Tak hanya itu, Menteri Perdangan Muhammad Luthfi mengatakan bahwa penyebab naiknya harga kedelai ini juga disebabkan karena China, yang merupakan salah satu nega eskportir tengah membutuhkan kedelai dalam jumlah yang besar. Pasalnya di negara itu ada sekitar lima miliar ekor babi baru yang diberi pakan kedelai, padahal sebelumnya para peternak babi tidak memberi pakan makan kacang kedelai.
Para pengrajin tahu dan tempe yang tak mau gulung tikarpun mencari jalan agar mereka tetap bisa memproduksi walaupun ditengah harga kedelai yang melambung tinggi, yaitu dengan membuat ukuran tahu dan tempe yang lebih diperkecil. Tentu saja hal ini langsung mendapat respon kurang baik di masyarakat, karena harga tahu dan tempe yang naik namun ukurannya menjadi lebih kecil. Pada akhirnya membuat penjualan tahu dan tempe menurun hingga 25%.
Pemerintah mengungkapkan solusi dari kenaikan harga kedelai ini yaitu mendongkrak produksi kedelai dalam negeri. Namun tentu tidak semudah itu dan membutuhkan waktu yang lama. Tingkat income yang didapat petani kedelai untuk 1 hektare lahan pun masih jauh lebih rendah jika mereka membudidayakan komoditas di luar kedelai, seperti padi dan jagung. Jika hasil produksi rata-rata 2 ton dengan harga Rp8.500 per kilogramnya, maka para petani kedelai hanya menikmati income Rp 17 juta untuk periode 100 hari tanam.
Seharusnya jika memang pemerintah ingin mendongkrak produksi kedelai dalam negeri, hal itu sepatutnya dilakukan sedari dulu, mengapa sekarang disaat harga kedelai naik dan pasokan kedelai menyusut pemerintah baru memberi solusi seperti itu? Inilah yang menjadi masalah juga. Janganlah kita hanya menyalahkan negara eksportir namun seharusnya dari dalam negeri dulu saja sistem pertanian dan kebudidayaannya diperbaiki. Peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah ini.
Kita menyadari bahwa pentingnya pengelolaan pertanian dan budidaya kedelai dalam negeri, karena tidak mungkin kita secara terus menerus bergantung pada negara asing. Maka dari itu diharapkan pemerintah dapat menganggulangi masalah ini, seperti memberi dana bantuan kepada para petani kedelai agar kualitas kedelai dalam negeri pun dapat setara dengan kedelai impor. Karena kita yakin bahwa Indonesia bisa memiliki kualitas bahan pangan yang setara atau mungkin bisa lebih baik dari negara lain, jika pemerintah dan petani dapat mengelolanya dengan baik.
Teks kritik dan esainya sudah dibuat sesai dengan struktur dan kaidah kebahasaan, pembahasan yang dipapar pun menarik.
BalasHapusTeks kritik dan esai yang dibuat sudah sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan. Isi teksnya juga menarik.
BalasHapusTeks essai yang dibuat membahas topik yang sangat menarik dan mengedukasi bagi pembaca, selain itu gaya bahasa yang digunakan juga mudah untuk dimengerti dan disajikan dengan jelas sehingga pembaca tidak bosan.
BalasHapusTeks kritik yang dibuat sangat menarik, pembahasannyapun jelas dan diakhiri dengan kelebihan serta kelurangan dari novel tsb. Teks esai yang ditulis juga sangat menarik serta bahasa yang digunakan mudah dipahami
BalasHapusTeks kritik yang dibuat menarik,isinya sudah mencakup karya yang di kritik dengan baik. Untuk teks Essainya pun sudah bagus,mengangkat topik yang menarik dengan pemaparan yang sangat baik.
BalasHapusteksnya bagus sesuai kaidah kebahasaan sehingga mudah di pahami
BalasHapusteks kritik dan esai yang di buat sudah bagus, sesuai dengan kaidah kebahasaan dan sangat terstruktur, bahasa yang digunakan mudah di mengerti dan mudah di pahami
BalasHapusTeks kritik sastra dan esai yang dibuat menarik, sudah sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan.
BalasHapusteks kritik dan esainya sangat bagus dan mudah dimengerti, juga sudah sesuai dengan struktur dan kebahasannya.
BalasHapusTeks kritik yang dibuat sudah bagus dan sesuai baik itu kaidah kebahasaannya ataupun strukturnya. Teks esai yang dibuat juga sesuai dan cukup menarik.
BalasHapusTeks kritiknya dipaparkan dengan baik sesuai kaidah kebahasaannya. Dan teks esainya memberi padangan baru bagi pembaca
BalasHapusTeks kritik sudah sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan. Topik esai yang dibahas juga sangat menarik
BalasHapusTeks kritik sastra dan teks esai tersebut menarik dan menampilkan struktur dan kebahasaan yg sesuai.
BalasHapusBagus sekali! Sudah sesuai aturan teks essay dan kritik, kebahasaan dan penggunaan tanda baca dan juga yang lainnya sudah bagus dan mudah dimengerti teksnya ����
BalasHapusteks kritik sudah sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan. Topik esai cukup menarik untuk dibaca dan mudah dimengerti.
BalasHapus